23-09-2022 07:09 |
Berita

Resmi Pimpin RGPI Sultra, Monianse: RGPI Organisasi Independen

BAUBAU, DETIKSULTRA.COM – La Ode Ahmad Monianse resmi dilantik sebagai ketua dewan pimpinan koordinator wilayah Rajawali Garda Pemuda Indonesia (DPKW-RGPI) Provinsi Sulawesi tenggara (Sultra) di Alun-alun Kotamara, Sabtu (26/3/2022). “Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan. RGPI memang masih berumur sangat muda, satu tahun lebih. Namun saya percaya RGPI dapat menyiapkan generasi kita hari ini menuju tahun 2045,” jelas Monianse kala memberikan sambutan. Baca Juga Photo of Sebagai Bentuk Penghargaan, Komandan Kodim 1416 Muna Sambut 5 Anggota Komcad Sebagai Bentuk Penghargaan, Komandan Kodim 1416 Muna Sambut 5 Anggota Komcad 23 September 2022 Photo of Surya Paloh Batal Hadiri Rapat Koordinasi Kader NasDem se-Sultra, Sakit? KENDARI Surya Paloh Batal Hadiri Rapat Koordinasi Kader NasDem se-Sultra, Sakit? KENDARI 23 September 2022 Photo of Indonesia-Afrika Selatan Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Konkret Industri yang Ramah Lingkungan Indonesia-Afrika Selatan Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Konkret Industri yang Ramah Lingkungan 23 September 2022 Photo of Wujudkan Revolusi Karakter Anak Bangsa, Kejati Sultra Edukasi Siswa-Siswi SMKN 3 Kendari Wujudkan Revolusi Karakter Anak Bangsa, Kejati Sultra Edukasi Siswa-Siswi SMKN 3 Kendari 23 September 2022 Oleh karena itu, Monianse meminta dukungan para kader RGPI pusat dan RGPI Sultra untuk bersama-sama mensukseskan visi misi RGPI. RGPI adalah organisasi independen dan tidak berada pada garis partai politik. “Bersama RGPI, mari kita membentuk sebuah era baru dengan kekuatan baru. Saya sebagai Wali Kota Baubau dan sebagai kader RGPI siap menerima masukan dan kritikan demi perbaikan negeri,” ungkap Wali Kota Baubau itu. Sementara itu, Ketua Umum RGPI Danil Hidayat mengungkapkan, awal mula RGPI terbentuk dari persatuan purnawirawan TNI/Polri dan para pendiri bangsa. RGPI mengedepankan nasionalisme yang bisa menerima perbedaan dalam keutuhan NKRI. “Jangan jadikan perbedaan sebagai awal permusuhan,” beber pria yang biasa disapa Bang Danil itu dalam sambutannya. RGPI, kata Ia, berdiri secara mandiri. Pihaknya tidak pernah meminta sumbangan dari pihak swasta/pemerintahan untuk membeli seragam dan uang pelantikan. “Motto RGPI adalah modern, nasionalis, religius, dan Bisnis. Dengan begitu, sebagian besar pemasukan RGPI diperoleh dari badan usaha. Salah satunya usaha di bidang pertambangan,” tutupnya.